Kesimpulan Serie A 2019/20: Juventus Juara Lagi Meskipun tengah Melembek

Posted on

Kesimpulan Serie A 2019/20: Juventus Juara Lagi Meskipun tengah Melembek. Minggu ke-38 Serie A hakikatnya belum kelar. Masih ada tersisa pertandingan yang baru dihelat pada Minggu (2/8/2020) serta Senin (3/8/2020) pagi hari. Tapi klasemennya tak akan alami perkembangan mencolok sehabis tersisa laga tuntas dihelat.

Sama yang diketahui, Juventus kembali lagi memenangkan Serie A. Ini merupakan kali ke-9 mereka menggapai gelar Scudetto berturutan. Keseluruhannya, Bianconeri telah juara sekitar 38 kali termasuk juga dua yang ditarik karena skandal Calciopoli.

Di posisi ke-2 ada lawan kekal Juventus, yaitu Inter Milan. Mereka sukses menutup posisi runner-up waktu kalahkan Atalanta pada minggu paling akhir Serie A dengan score memberikan keyakinan 2-0.

Atalanta yang kalah juga mesti bahagia dengan duduki tempat ke-tiga. Di bawahnya ada Lazio yang sempat pernah melekat ketat Juventus serta duduk pada posisi ke-2 sebelum wabah Covid-19 mengganggu laga.

Ke-4 club yang sudah dikatakan punya hak tampil di tempat Liga Champions musim depan. Sementara saat itu, ticket ke Liga Europa sukses diperoleh oleh tiga club di bawah Lazio, yaitu AS Roma, AC Milan, serta Napoli.

Pembagian ticket itu telah jelas, bahkan juga sebelum pertandingan minggu ke-38 mulai. Tidak serupa dengan perebutan pada zone kemerosotan yang tetap berbuntut. Selama ini baru SPAL serta Brescia yang telah diyakinkan turun ke level ke-2.

Lecce sebagai penghuni posisi ke-18 masih mempunyai sedikit angan-angan. Kalau sanggup kalahkan Parma di hari Senin (3/8/2020) kelak, mereka dapat naik ke tempat 17. Namun dengan ketentuan Genoa kalah atas Verona di hari yang serupa.

Ada berbagai perihal yang dapat diambil saat penutupan Serie A musim ini. Info detailnya dapat Bolaneters baca dengan mengerjakan scroll ke bawah.

Drama di Bursa Transfer

Juventus masih menimbulkan perhatian pada bursa transfer musim ini. Dengan uang sebesar 85,5 juta euro, mereka sukses mendapati layanan Matthijs De Ligt dari Ajax Amsterdam. Juventus sukses menjadi pemenang perebutan dengan club raksasa Spanyol, Barcelona.

Bianconeri pula mengerjakan satu diantaranya pekerjaan favoritnya: mencari pemain gratisan. Pada musim ini mereka sukses mendapati tiga pemain dengan gratis, yaitu Adrien Rabiot, Aaron Ramsey, dan si legenda, Gianluigi Buffon.

Tapi kejutannya tidaklah sampai disana. Sejumlah minggu saat bursa transfer ditutup, tersebar suatu gossip yang menyampaikan jika mereka dapat jual satu diantaranya bintangnya, Paulo Dybala.

Gossip menyampaikan jika Juventus pingin mengganti Dybala dengan striker Manchester United, Romelu Cederaku. Tapi kesepahaman tidak sukses tergapai, serta Cederaku sudah sudah terburu melabuhkan hatinya ke Inter Milan.

Inter sukses mendapati layanan Cederaku sehabis lewat saga transfer yang panjang dengan bandrol 75 juta euro. Tidak hanya itu mereka mendapati pemain lain, termasuk juga Alexis Sanchez yang diambil dari Manchester United untuk pemain utang.

Pada musim dingin, Inter kembali lagi mengerjakan pembelian pemain. Mereka sukses mendapati dua pribadi penting yang memberikannya efek besar di paruh ke-2 musim, yaitu Ashley Young serta Christian Eriksen.

AC Milan ikut serta memberikannya surprise dikarenakan sukses memulangkan Zlatan Ibrahimovic. Sementara saat itu, Juventus menentukan diam diri saat bursa transfer musim dingin.

Paruh Musim Pertama: Secercah Angan-angan untuk Inter Milan

Inter Milan memberikannya surprise besar pada peminat Serie A. Di luar perkiraan, mereka yang pada musim awal kalinya finish di posisi empat dengan sedikit berusaha susah payah sanggup duduki pucuk classement di enam minggu awal.

Pada minggu ke-7, Inter Milan hadapi Juventus yang dengan status juara bertahan. Mereka juga mesti memasrahkan tempat pucuk pada Bianconeri dikarenakan kalah pada laga itu dengan score tipis 1-2.

Inter tidak gampang menyerah. Mereka kembali lagi merampas pucuk classement pada minggu ke-14 berakhir kalahkan SPAL, pada waktu Juventus cuma sanggup bermain seri menantang Sassuolo. Perselisihan point semakin bertambah di minggu selanjutnya lantaran Juventus ambruk di tangan Lazio waktu Inter menggapai satu point dari AS Roma.

Sayangnya, Nerazzurri tidak sukses memeluk gelar Champione d’Inferno. Club karya Antonio Conte itu mesti memasrahkan pucuk classement di rebut kembali lagi oleh Juventus dikarenakan tidak sukses kalahkan Atalanta di minggu ke-19.

Paruh Musim Ke-2: Juventus Hirup Aroma Scudetto

Sehabis minggu ke-19, Juventus hampir tak tergeser dari pucuk classement. Mereka sempat pernah turun ke posisi dua berakhir kalah lewat cara mengagetkan dari club kuda hitam, Hellas Verona. Tapi mereka sanggup ambil kembali lagi bangku singgasananya.

Di lain bidang, Inter Milan malahan tampak kehabisan gas. Kekalahan atas Lazio bikin mereka masuk ke tempat tiga. Pada waktu yang bertepatan, Lazio sukses merampas posisi dua serta bertahan saat sejumlah minggu.

Di titik ini, Lazio terus melekat Juventus serta sukses jauhi Inter Milan. Sayangnya, laga mesti dipending lantaran wabah virus Corona bikin seantero Italia luluh lantak.

Worldometer.kabar mendata jika keseluruhan perkara virus Corona di Italia pada bulan Maret lalu telah melampaui angka delapan ribu. Untuk menghimpit angka penebaran itu, pemerintah memastikan keputusan lockdown yang bikin beberapa roda industri stop keseluruhan, termasuk juga Serie A bersama-sama Coppa Italia.

Waktu Lockdown: Juventus Labil, Namun Konsisten Juara

Perkara baru virus Corona di Italia perharinya memberikan mode pengurangan pada bulan Mei. Selanjutnya, pemerintah mengangkut keputusan lockdown serta mengizinkan Serie A kembali lagi dilanjutkan.

Tapi pemerintah batasi banyaknya orang yang bisa ada di stadion tiap-tiap laga. Lantaran aturan itu, simpatisan dari semasing club yang tanding dilarang ada untuk memberikannya support sampai musim tuntas.

Walaupun begitu, Juventus konsisten sanggup membuat kemenangan. Sehabis cuma sanggup menggapai hasil seimbang dalam panggung Coppa Italia, club karya Maurizio Sarri itu menggila serta sukses menyapu empat laga dengan kemenangan.

Juventus malahan turun berakhir menggapai record tepat itu. Mereka tidak sukses menjadi pemenang tiga laga selanjutnya. Untung, jarak Bianconeri dengan beberapa kompetitornya telah terlalu jauh serta susah untuk dikejar.

Selanjutnya Juventus menjadi lagi juara. Kemenangan atas Sampdoria di minggu ke-36 bikin mereka, menurut hitung-hitungan point, sudahlah tidak tersusul lagi baik oleh Inter Milan, Atalanta, ataupun Lazio. Serta oleh sebab itu, mereka dilantik untuk juara.

Juventus Melembek

Keseluruhannya, Juventus memetik 26 kemenangan dari 38 laga yang sudah dijalani. Mereka menyatukan 83 point serta cetak 76 gol.

Itu segi sebaiknya. Segi jeleknya, Juventus menelan tujuh kekalahan pada musim ini. Bisa lebih banyak dari empat musim yang dilewati oleh Bianconeri saat ditukangi Massimiliano Allegri.

Tidaklah sampai disana, Juventus pula kecurian 43 gol. Ini merupakan pertama kali Bianconeri kecurian dari lebih 30 gol pada suatu musim mulai sejak Antonio Conte mengawali serangkaian juara berturutan di tahun 2011 saat lalu.

Juventus pula mencatat keseluruhan 76 gol pada musim ini. Bukan record terunggul dalam lima tahun paling akhir serta bukan yang terunggul kalau dibanding dengan club lain pada musim ini. Record pembuat gol paling banyak digenggam Atalanta yang sukses kantongi keseluruhan 98 gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *